Cabai Rawit

PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN

PROKER AGRINOVA

๐ŸŒถ️ Cabai

Cabai Rawit (Capsicum frutescens) adalah komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi dan selalu dibutuhkan setiap hari. Tanaman ini sangat ideal untuk Proker AGRINOVA karena umurnya yang panjang, bisa dipanen berkali-kali hingga berbulan-bulan, dan sangat adaptif ditanam baik di lahan luas maupun di dalam polybag pekarangan rumah.

๐Ÿ“ˆ Fase Pertumbuhan per Minggu

  • Minggu 1-2: Masa persemaian. Benih cabai mulai berkecambah di tray semai atau polybag kecil. Jaga media agar tidak terlalu basah agar benih tidak busuk.
  • Minggu 3-4: Fase pindah tanam (Transplanting). Bibit berdaun 4-5 helai dipindahkan ke lahan atau polybag besar pada sore hari.
  • Minggu 5-6: Pertumbuhan akar dan daun makin lebat. Tunas-tunas baru (tunas air) mulai bermunculan di ketiak daun.
  • Minggu 7-8: Fase generatif awal. Mulai muncul kuncup bunga putih kecil di ujung percabangan (bentuk huruf Y).
  • Minggu 9-10: Bunga rontok dan berubah menjadi bakal buah (pentil) cabai berwarna hijau atau putih kehijauan.
  • Minggu 11-12+: Siap Panen! Cabai mulai berubah warna menjadi merah atau oranye menyala. Panen dilakukan dengan memetik buah beserta tangkainya agar tanaman tidak mudah terinfeksi jamur.

๐Ÿ’ง Perawatan & Pemupukan

๐Ÿ”ง Perawatan Rutin

  • Pewiwilan: Buang semua tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama (cabang Y) agar tanaman tumbuh tinggi dan nutrisi fokus ke buah.
  • Pemasangan Ajir: Pasang tongkat bambu di sebelah tanaman dan ikat perlahan agar cabai tidak rebah saat berbuah lebat atau terkena angin.
  • Penyiraman: Siram secukupnya. Cabai lebih toleran terhadap tanah agak kering dibanding tanah yang tergenang (becek).

๐Ÿงช Jadwal Pemupukan

  • Pupuk Dasar: Campurkan kompos/pupuk kandang fermentasi dan agen hayati (Trichoderma) pada media tanam.
  • Susulan I (15 HST): Kocor dengan pupuk NPK Mutiara untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif daun.
  • Susulan II (30 HST): Tambahkan pupuk Kalsium (Ca) agar bunga tidak mudah rontok dan memperkuat daya tahan penyakit.
  • Susulan III (Fase Berbuah): Berikan pupuk tinggi Kalium (K) seperti KCL atau KNO3 Putih agar buah cabai berbobot, pedas, dan lebat.

๐Ÿฆ  Ancaman Penyakit & Cara Penanganannya

*Klik pada setiap kartu di bawah ini untuk melihat cara penanganannya!

⭕ Patek (Antraknosa / Busuk Buah)
Gejala: Terdapat bercak bulat melekuk berwarna hitam atau cokelat pada buah cabai. Bercak akan meluas dengan cepat dan membuat buah membusuk lalu rontok.

Penanganan:
Tindakan Cepat: Segera petik dan buang jauh-jauh/bakar semua buah yang bergejala patek. Jangan dibiarkan berserakan di tanah!
Penyemprotan: Gunakan fungisida berbahan aktif mankozeb, propineb, atau difenokonazol secara rutin terutama di musim hujan. Tambahkan perekat pestisida agar tidak luntur terkena hujan.
๐ŸฆŸ Thrips & Kutu Daun (Daun Keriting)
Gejala: Daun muda menggulung ke atas (Thrips) atau menggulung ke bawah (Tungau/Kutu daun), mengerut, kerdil, dan rapuh. Pertumbuhan tanaman terhenti.

Penanganan:
Pencegahan: Pasang perangkap lem kuning/biru. Bersihkan gulma di sekitar lahan.
Penyemprotan: Semprotkan insektisida berbahan aktif abamektin atau imidakloprid pada sore hari. Pastikan penyemprotan mengenai bagian bawah daun.
๐Ÿฅ€ Layu Fusarium & Layu Bakteri
Gejala: Tanaman tiba-tiba layu di siang hari. Pada Layu Bakteri, layu terjadi mendadak dan cepat mati. Pada Fusarium, daun menguning perlahan dari bawah ke atas sebelum akhirnya mati.

Penanganan:
Pencegahan: Perbaiki drainase (jangan sampai air menggenang) dan gunakan pupuk hayati Trichoderma sejak awal tanam.
Tindakan: Tanaman yang sudah terserang harus dicabut dan dibakar. Siram lubang bekas tanaman dengan fungisida/bakterisida agar patogen di tanah mati.
๐ŸŽ Lalat Buah
Gejala: Buah cabai terlihat mulus dari luar tapi terdapat titik kecil bekas tusukan. Saat dibelah, terdapat belatung putih di dalamnya dan buah akhirnya membusuk dan rontok.

Penanganan:
Tindakan: Pasang perangkap atraktan lalat buah (seperti Petrogenol) di pinggir lahan, bukan tepat di tengah bedengan. Kumpulkan dan musnahkan cabai yang sudah terserang.
Ditulis oleh Tim AGRINOVA © 2026. Mari sukseskan ketahanan pangan bersama!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mentimun

Sawi