Sawi

PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN

PROKER AGRINOVA

๐Ÿฅฌ Sawi

Sawi Hijau (Brassica rapa var. parachinensis) adalah sayuran daun yang sangat digemari dan hampir selalu ada di masakan sehari-hari seperti mi ayam atau bakso. Tanaman ini sangat ideal untuk Proker AGRINOVA karena perawatannya mudah, adaptif di berbagai cuaca, dan masa panennya sangat singkat (kurang dari sebulan).

๐Ÿ“ˆ Fase Pertumbuhan per Minggu

  • Minggu 1: Masa persemaian. Benih sawi yang disebar akan berkecambah dalam waktu 3-4 hari. Pada akhir minggu pertama, bibit akan memunculkan 2-3 helai daun kecil.
  • Minggu 2: Fase Pindah Tanam (Transplanting). Bibit yang berumur 10-14 hari (berdaun 4 helai) dipindahkan ke bedengan utama atau polybag besar. Lakukan di sore hari agar bibit tidak layu kepanasan.
  • Minggu 3: Pertumbuhan vegetatif cepat. Daun sawi mulai melebar dan rimbun. Kebutuhan air dan nutrisi sangat tinggi pada fase ini agar daun tumbuh maksimal dan tidak berserat kasar.
  • Minggu 4 (Hari ke-25 hingga 30): Siap Panen! Sawi sudah mencapai ukuran maksimal. Panen dilakukan dengan mencabut tanaman hingga ke akar atau memotong pangkal batangnya. Jangan menunda panen terlalu lama agar sawi tidak berbunga dan rasanya menjadi pahit/alot.

๐Ÿ’ง Perawatan & Pemupukan

๐Ÿ”ง Perawatan Rutin

  • Penyiraman: Siram rutin 1-2 kali sehari, terutama di musim kemarau. Sawi butuh banyak air, tapi pastikan tanah tidak tergenang agar akar tidak membusuk.
  • Penyiangan: Cabut rumput liar di sekitar tanaman secara perlahan agar tidak merusak akar sawi yang dangkal.
  • Penyulaman: Jika ada bibit yang mati atau layu dalam waktu 3 hari setelah pindah tanam, segera ganti dengan bibit baru (sulam).

๐Ÿงช Jadwal Pemupukan

  • Pupuk Dasar: Campurkan pupuk kandang/kompos matang saat mengolah tanah sebelum tanam.
  • Susulan I (10 HST): Karena sawi adalah sayuran daun, berikan pupuk dengan kandungan Nitrogen (N) tinggi seperti Urea atau NPK yang dilarutkan ke air, lalu dikocorkan ke akar.
  • Susulan II (20 HST): Berikan pupuk susulan kedua dengan dosis yang sama untuk memaksimalkan ukuran dan kehijauan daun sebelum panen. Hindari butiran pupuk mengenai daun langsung.

๐Ÿฆ  Ancaman Penyakit & Cara Penanganannya

*Klik pada setiap kartu di bawah ini untuk melihat cara penanganannya!

๐Ÿ› Ulat Daun (Plutella xylostella) & Ulat Grayak
Gejala: Daun sawi tampak berlubang-lubang, tidak beraturan, bahkan hingga tersisa tulang daunnya saja jika serangannya parah. Biasanya ulat bersembunyi di balik daun.

Penanganan:
Manual: Cek bagian bawah daun secara rutin dan buang ulat serta telurnya secara manual.
Penyemprotan: Gunakan insektisida nabati (ekstrak mimba) atau insektisida berbahan aktif sipermetrin. Hentikan penyemprotan seminggu sebelum panen agar aman dikonsumsi.
๐Ÿœ Kutu Daun (Aphids)
Gejala: Kutu bergerombol menyedot cairan tanaman. Daun sawi menjadi mengkerut, keriting, kerdil, dan perlahan menguning.

Penanganan:
Tindakan: Semprotkan air sabun cair ringan atau insektisida berbahan aktif abamektin ke bagian bawah daun pada sore hari.
๐Ÿ‚ Bercak Daun (Alternaria brassicae)
Gejala: Muncul bercak-bercak bulat kecil berwarna cokelat atau kehitaman pada daun tua. Lama-kelamaan bercak membesar dan daun menjadi layu/kering.

Penanganan:
Pencegahan: Perbaiki sirkulasi udara dengan tidak menanam terlalu rapat. Pastikan drainase baik.
Tindakan: Buang daun yang terinfeksi dan semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb secara berkala di musim hujan.
๐ŸŒ Siput & Lintah Bulan
Gejala: Daun muda atau batang bibit sawi yang baru pindah tanam habis dimakan di malam hari. Ada jejak lendir di sekitar tanaman.

Penanganan:
Tindakan: Bersihkan area lahan dari tumpukan sampah basah/gulma. Tangkap siput secara manual di malam hari, atau gunakan perangkap khusus siput/taburkan garam kasar di luar batas area tanam.
Ditulis oleh Tim AGRINOVA © 2026. Mari sukseskan ketahanan pangan bersama!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mentimun

Cabai Rawit