Mentimun

PANDUAN BUDIDAYA TANAMAN

PROKER AGRINOVA

πŸ₯’ Mentimun 

Bonteng atau Mentimun (Cucumis sativus) adalah sayuran buah yang sangat populer karena rasanya yang menyegarkan dan kandungan airnya yang tinggi. Tanaman ini adalah pilihan tepat untuk Proker AGRINOVA karena pertumbuhan dan masa panennya sangat cepat, serta memiliki nilai ekonomi yang stabil. Kunci sukses menanam bonteng adalah menjaga kelembapan tanah, sirkulasi udara yang baik, dan pemasangan ajir atau lanjaran yang kuat untuk menopang pertumbuhannya yang merambat.

πŸ“ˆ Fase Pertumbuhan per Minggu

  • Minggu 1-2: Masa persemaian benih. Benih bonteng biasanya membutuhkan waktu 3-7 hari untuk berkecambah. Bibit kecil dengan 2 hingga 4 daun sejati akan tumbuh di akhir minggu kedua.
  • Minggu 3: Fase pindah tanam (Transplanting). Bibit yang sudah cukup kuat dipindahkan ke media tanam utama (bedengan/poly bag) pada sore hari. Pastikan media tanam sudah siap dan lembap.
  • Minggu 4-5: Fase merambat cepat. Sulur tanaman akan tumbuh panjang. Wajib segera pasang lanjaran atau ajir (bambu) di minggu ini agar tanaman bonteng dapat merambat ke atas dengan baik.
  • Minggu 6+: Siap Panen Pertama! Mentimun mencapai ukuran panen yang optimal (sekitar 40-50 hari setelah semai, tergantung varietas). Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar buah tetap renyah. Panen dapat dilakukan secara bertahap setiap 2-3 hari sekali.

πŸ’§ Perawatan & Pemupukan

πŸ”§ Perawatan Rutin

  • Penyiraman: Lakukan rutin 2 kali sehari (pagi dan sore). Bonteng sangat menyukai kelembapan, tetapi hindari penyiraman berlebihan yang membuat media becek (bisa busuk akar).
  • Pemasangan Ajir & Pengikatan: Tancapkan bambu setinggi 2 meter dan ikat batang tanaman yang merambat secara longgar ke ajir seiring pertumbuhannya.
  • Sanitasi Lahan: Bersihkan rumput liar (gulma) di sekitar area penanaman agar tidak berebut nutrisi.

πŸ§ͺ Jadwal Pemupukan

  • Pupuk Dasar: Campurkan pupuk kandang matang atau kompos ke tanah sebelum membuat bedengan atau menyiapkan poly bag (3 hari sebelum pindah tanam).
  • Susulan I (10 HST): Berikan pupuk tinggi Nitrogen (seperti pupuk Urea atau NPK) yang dilarutkan dalam air (dikocorkan) untuk mempercepat pertumbuhan daun.
  • Susulan II (25 HST): Berikan kembali pupuk tinggi Nitrogen dengan dosis yang disesuaikan. Hindari butiran pupuk mengenai daun langsung karena bisa menyebabkan daun "gosong".

🦠 Ancaman Penyakit & Cara Penanganannya

*Klik pada setiap kartu di bawah ini untuk melihat cara penanganannya!

🦟 Kutu Daun (Aphids)
Gejala: Terdapat gerombolan serangga sangat kecil berwarna hijau atau hitam di balik daun atau pada daun muda yang lunak. Daun bonteng menjadi keriting, menguning, dan muncul embun jelaga hitam.

Penanganan:
Organik: Semprotkan air sabun cair ringan (1 sendok teh per liter air) atau ekstrak nabati (seperti ekstrak daun nimba/bawang putih).
Kimia (Jika Parah): Gunakan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, atau acephate.
🐌 Siput & Bekicot
Gejala: Daun bonteng sobek dan berlubang tidak beraturan, seringkali ditemukan jejak lendir mengkilap di permukaan daun atau tanah sekitar.

Penanganan:
Tindakan Cepat: Lakukan pemantauan pada malam hari dan ambil siput secara manual.
Pencegahan: Jaga kebersihan area tanam dari tumpukan gulma atau benda lembap yang sering jadi tempat persembunyian siput. Buatlah pembatas dengan menaburkan garam kasar di sekeliling bedengan (hindari mengenai tanaman langsung).
❄️ Penyakit Karat Putih (Damping Off)
Gejala: Bercak putih mirip serbuk atau bisul kecil muncul di permukaan bawah daun. Daun yang terserang akan berkerut dan menguning.

Penanganan:
Kultur Teknis: Kurangi kelembapan udara dengan cara memperlebar jarak tanam dan tidak menyiram secara berlebihan.
Tindakan: Buang daun atau tanaman yang terinfeksi parah. Jika serangan meluas, semprotkan fungisida kontak (berbahan aktif mankozeb).
⭕ Penyakit Tip Burn (Busuk Ujung Daun)
Gejala: Ujung daun bonteng berwarna cokelat kehitaman dan mengering/membusuk mendadak, seringkali terjadi pada daun bagian tengah.

Penanganan:
Penyebab Utama: Ketidakstabilan pengairan dan suhu yang terlalu panas.
Tindakan: Jaga kelembapan tanah agar selalu stabil (tidak terlalu kering lalu tiba-tiba tergenang), dan jika cuaca terlalu panas, berikan peneduh ringan. Berikan pupuk kalsium cair.
Ditulis oleh Tim AGRINOVA © 2026. Mari sukseskan ketahanan pangan bersama!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sawi

Cabai Rawit